KABUPATEN SEMARANG|1pena.id – Ketegangan sempat terjadi di wilayah Tengaran, Kabupaten Semarang, Jumat sore (13/3/2026). Dua warga yang diketahui merupakan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berinisial W dan N diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang yang terkait dengan armada pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat kedua korban melintas menggunakan sepeda motor di wilayah Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban W dan N diduga dipepet oleh sebuah truk saat melintas di jalan raya. Truk tersebut diduga merupakan armada yang digunakan untuk mengangkut solar subsidi dari sejumlah SPBU.
Situasi kemudian memanas dan berujung pada dugaan aksi kekerasan terhadap kedua korban.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka-luka dan kemudian menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses pelaporan ke Polsek Tengaran.
Polisi Amankan Dua Truk
Pasca kejadian, aparat kepolisian mengamankan dua unit truk yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Dua orang pengemudi berinisial TI dan UC juga turut diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Berdasarkan keterangan yang berkembang di lapangan, kedua armada tersebut diduga merupakan milik seorang pengusaha berinisial J yang disebut-sebut mengoperasikan armada pengangkut solar subsidi di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Namun hingga kini informasi tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
Anggota PSHT Datangi Polsek
Tidak lama setelah kejadian, puluhan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate tampak mendatangi Mapolsek Tengaran untuk mengawal proses hukum yang sedang berlangsung.
Kehadiran mereka bertujuan memastikan kasus yang menimpa rekan mereka diproses secara serius oleh aparat penegak hukum.
Salah satu warga yang berada di lokasi menyampaikan harapan agar proses hukum berjalan secara transparan.
“Kami berharap kasus ini diproses secara tuntas dan semua pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Polisi Masih Lakukan Pendalaman
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Tengaran belum memberikan keterangan resmi secara rinci mengenai kronologi kejadian maupun dugaan aktivitas pengangkutan solar subsidi tersebut.
Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta pihak-pihak yang diamankan untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang terjadi.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara transparan agar memberikan kepastian hukum serta menjaga situasi keamanan di wilayah Tengaran tetap kondusif.













