Jakarta | 1pena.id — Aktivitas pasar di hampir seluruh kabupaten dan kota terdampak bencana di tiga provinsi wilayah Sumatera dilaporkan telah kembali beroperasi dan melayani pembeli. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi masyarakat mulai berjalan seiring percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Hal itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatera yang digelar di Ruang Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (26/1/2026).
Berdasarkan laporan pemerintah daerah serta hasil pemantauan lapangan, Tito menyebut geliat ekonomi masyarakat mulai kembali bergerak, terutama melalui aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
“Kalau untuk masalah perekonomian, hampir semua pasarnya sudah aktif semua,” ujar Tito.
Menurutnya, kembalinya operasional pasar menjadi indikator penting dalam pemulihan ekonomi daerah. Pasar berperan sebagai pusat perputaran ekonomi lokal yang berdampak langsung pada keberlangsungan hidup pedagang, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta masyarakat sekitar.
Selain sektor perdagangan, Tito juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas distribusi energi, seperti BBM dan LPG, agar aktivitas ekonomi di daerah terdampak bencana dapat berjalan secara berkelanjutan. Kelancaran logistik dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga roda perekonomian tetap bergerak.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Pemerintah pusat, lanjut Tito, mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya difokuskan pada infrastruktur dasar, tetapi juga pemulihan ekonomi masyarakat, termasuk pasar tradisional, UMKM, dan sektor jasa.
Ia menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama agar pemulihan ekonomi pascabencana dapat berlangsung merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah terdampak.













