Jembatan Proyek Kalialang Dipaksa Menanggung Beban Berat Truk Tambang, Rambu MST 8 Ton Diabaikan

banner 468x60

SEMARANG,1pena.id – Aktivitas tambang di Kalialang, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang kembali menuai sorotan. Selain persoalan lingkungan dan lalu lintas yang sering dikeluhkan warga, investigasi terbaru menemukan masalah serius lain: sebuah jembatan proyek di jalur akses tambang diduga dipaksa menanggung beban jauh melebihi kapasitasnya.

Di lokasi, terpasang rambu Maksimum Sumbu Terberat (MST) 8 ton, yang menandakan hanya kendaraan dengan beban maksimal 8 ton yang diizinkan melintas. Rambu MST ini berfungsi melindungi struktur jembatan agar tidak mengalami kerusakan akibat beban berat.

banner 336x280

Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi sebaliknya.

Truk 24–28 Ton Melintas Setiap Hari
Hasil pantauan tim pada Minggu (16/11) mendapati puluhan truk tambang berbobot 24 hingga 28 ton melintas bebas melewati jembatan tersebut. Truk-truk ini mengangkut tanah dan material tambang dari kawasan Kalipancur menuju berbagai titik proyek di kota.

Aktivitas berlangsung setiap hari, bahkan pada hari libur. Truk dengan bak besar dan muatan penuh melaju tanpa hambatan, padahal kapasitas jembatan jelas bukan untuk beban berat.

Warga sekitar mengaku cemas dengan kondisi tersebut.

“Itu jembatan sebenarnya untuk kendaraan kecil. Tapi truk besar lewat terus, siang malam. Kalau jembatannya putus, warga yang kena imbasnya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Minim Pengawasan, Rambu MST 8 Ton Hanya Jadi Pajangan

Pantauan langsung di lokasi juga menunjukkan tidak adanya pengawasan dari petugas, baik dari instansi perhubungan maupun aparat wilayah setempat.

Dalam aturan teknis beban jembatan, kendaraan berbobot 20 ton ke atas seharusnya melewati jalur khusus atau rute alternatif dengan konstruksi jembatan yang dirancang untuk beban berat.

Namun, dengan tidak adanya pembatasan maupun penjagaan, jembatan di Kalialang ini akhirnya menjadi “korban” berikutnya. Beban berlebih yang dipaksakan secara berulang dapat menimbulkan retakan struktural tersembunyi di bagian pondasi maupun pelat jembatan.

Jika terus dibiarkan, risiko kegagalan konstruksi  termasuk jembatan ambles atau putus menjadi semakin besar.

Ancaman Nyata untuk Keselamatan Warga

Sebagai jalur penghubung Sampangan–Gunungpati, jembatan ini digunakan oleh ribuan warga setiap hari. Kerusakan fatal bukan hanya akan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan nyawa pengguna jalan.

Pakar konstruksi menegaskan bahwa pelanggaran terhadap rambu MST merupakan pelanggaran serius yang dapat merusak struktur jembatan jauh lebih cepat dari usia rencana. Sayangnya, temuan di lapangan menunjukkan indikasi pembiaran oleh pihak terkait.

Tuntutan Evaluasi Menyeluruh

Temuan ini mempertegas kebutuhan mendesak akan:

  • pengawasan intensif terhadap rute tambang
  • penegakan aturan batas beban kendaraan
  • serta audit kondisi jembatan yang kini terancam oleh aktivitas tambang intensif.

Jika tidak ada tindakan tegas, jembatan Kalialang berpotensi menjadi bencana konstruksi yang menunggu waktu.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan