Dua Pekan TMMD Kodim Bantul, Pembangunan Talud dan Jalan Beton Terus Dikebut Bersama Warga

BANTUL | 1Pena.id — Memasuki hari ke-14 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026, pembangunan infrastruktur di Dusun Jaten, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, terus berlanjut. Personel Satgas Kodim 0729/Bantul bersama masyarakat bergotong royong mengerjakan talud, jalan beton, dan sejumlah infrastruktur pendukung.

Pada Senin (26/10/2026), pekerjaan masih difokuskan pada penyelesaian talud dan pengecoran jalan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program TMMD yang resmi dibuka pada 13 Oktober 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 11 November 2026.

Program ini bertujuan mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan, terutama akses jalan yang dapat menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas pertanian.

Berdasarkan sasaran program, pembangunan fisik meliputi pengerasan jalan sepanjang 200 meter, pengecoran jalan sepanjang 290 meter, pembangunan talud sepanjang 800 meter, gorong-gorong sepanjang 2,7 meter, serta rehabilitasi lima rumah tidak layak huni (RTLH).

Selain sasaran fisik, TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik berupa edukasi wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat, pemberdayaan ekonomi, kesehatan dan ketahanan keluarga, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, serta moderasi beragama.

Talud dan Jalan Beton Dikerjakan Bertahap

Sejak program dibuka, personel Satgas TNI dan warga melaksanakan pekerjaan secara bertahap. Pada tahap awal, kegiatan meliputi pengerjaan talud dan saluran irigasi, persiapan fondasi jalan, serta penurunan material untuk pembangunan gorong-gorong.

Pekerjaan kemudian berlanjut pada penyusunan batu untuk talud, penyiapan material, dan pengecoran jalan. Batu, pasir, dan semen disiapkan untuk mendukung konstruksi, sedangkan mesin pengaduk beton atau molen digunakan untuk mencampur material sebelum diangkut menuju titik pengerjaan.

Dalam proses pembangunan talud, batu disusun pada sisi jalan dan celahnya diisi adukan semen. Pada bagian tertentu, papan penyangga digunakan untuk membantu menjaga konstruksi selama pengerjaan berlangsung.

Sementara itu, pengecoran jalan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pencampuran material, pengangkutan adukan menggunakan gerobak dorong dan alat bantu lainnya, hingga perataan beton pada permukaan jalan.

Pekerjaan talud, gorong-gorong, saluran air, dan jalan beton menjadi satu rangkaian pembangunan yang saling mendukung. Talud diharapkan membantu menjaga kestabilan tanah dan badan jalan, sedangkan saluran air berfungsi menunjang kelancaran aliran air di sekitar kawasan pertanian.

Hingga dua pekan pelaksanaan, sebagian permukaan jalan beton telah terbentuk. Meski demikian, sejumlah bagian masih dikerjakan secara bertahap untuk mendukung penyelesaian sasaran fisik program.

Gotong Royong TNI dan Masyarakat

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD di Dusun Jaten. Warga bekerja berdampingan dengan personel TNI, mulai dari memindahkan batu berukuran besar, menyiapkan campuran material, mengangkut adukan, hingga membantu pengerjaan talud dan jalan.

Pembagian tugas tersebut mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan sekaligus memperlihatkan semangat gotong royong dalam pembangunan desa.

Kebersamaan antara personel Satgas dan masyarakat juga terjalin di luar lokasi pembangunan. Pada Sabtu malam (24/10/2026), sejumlah personel TNI berkumpul bersama warga di pos kamling dan teras bangunan di lingkungan Dusun Jaten.

Mereka berbincang santai, bertukar cerita, dan menikmati hidangan sederhana. Interaksi tersebut menjadi ruang komunikasi informal untuk mempererat hubungan antara prajurit dan masyarakat selama program berlangsung.

Diharapkan Mempermudah Aktivitas Petani

Pembangunan jalan beton dan talud di kawasan pertanian diharapkan dapat meningkatkan kualitas akses masyarakat, khususnya petani yang menggunakan jalan untuk menuju lahan dan mengangkut hasil panen.

Infrastruktur jalan yang memadai juga perlu didukung dengan penataan talud, gorong-gorong, dan saluran air agar fungsi jalan dapat berjalan selaras dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

Memasuki hari ke-14, pekerjaan masih terus berlangsung dengan dukungan personel Satgas, ketersediaan material, dan keterlibatan warga. Tahapan pembangunan dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai kebutuhan di lokasi.

TMMD Reguler ke-130 Kodim 0729/Bantul dijadwalkan berlangsung hingga 11 November 2026. Dengan demikian, pelaksanaan selama dua pekan pertama menjadi bagian dari proses menuju penyelesaian sasaran fisik dan nonfisik yang telah ditetapkan.

Melalui pembangunan infrastruktur dan kegiatan kemasyarakatan, TMMD diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga Dusun Jaten sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui kerja sama serta semangat gotong royong. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *