Ditinggal Tidur Dua Rekannya di Branjang Rawa Pening, Seorang Pencari Ikan Ditemukan Meninggal

banner 468x60

Kab Semarang | 1pena.id —Seorang pencari ikan ditemukan meninggal dunia di area branjang ikan milik warga di kawasan Rawa Pening, Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu dini hari (4/2/2026).
Korban diketahui bernama Natan Sutrisno (24), warga Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB oleh dua rekannya yang sebelumnya bersama korban berada di lokasi branjang ikan tersebut.

Kapolsek Tuntang AKP Pri Handayani, S.H., menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, korban bersama dua rekannya berangkat dari rumah korban menuju lokasi branjang ikan di wilayah Rowosari.

banner 336x280

“Korban dan dua rekannya sama-sama warga Kecamatan Getasan. Sekitar pukul 21.00 WIB mereka sempat singgah di warung pemilik perahu dan meminta diantar menuju lokasi branjang ikan milik saudara Dedet, dengan jarak kurang lebih 150 meter dari daratan,” ujar AKP Pri.

Setibanya di lokasi, korban bersama dua rekannya melakukan aktivitas mencari ikan menggunakan branjang atau jala yang dapat dikatrol dengan penggerak. Sementara itu, pemilik perahu yang mengantar kembali ke lokasi lain.

Sekitar pukul 23.00 WIB, dua rekan korban tertidur di atas branjang, sementara korban masih dalam keadaan terjaga dan berada di tepi branjang.

“Saat berada di branjang, ketiganya mencari ikan sambil mengonsumsi minuman keras jenis tuak. Namun dua rekan korban tertidur, sedangkan korban masih terjaga di tepi branjang,” tambah Kapolsek.

Pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, kedua saksi terbangun dan tidak menemukan korban di sekitar lokasi. Saat dilakukan pengecekan dengan menarik branjang ikan, saksi menemukan bagian kaki manusia. Setelah diangkat, diketahui korban telah dalam keadaan meninggal dunia.

Mengetahui hal tersebut, sekitar pukul 07.00 WIB, kedua rekan korban meminta bantuan nelayan yang melintas untuk membawa jenazah korban ke tepi rawa, kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Tuntang.

Polsek Tuntang yang berkoordinasi dengan Puskesmas Tuntang menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban.

Setelah pihak kepolisian menghubungi keluarga korban, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan visum, dengan membuat surat pernyataan resmi. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

News Feed