Operasi Pencarian Korban Longsor Pandanarum Resmi Ditutup, Prosesi Tabur Bunga Penuh Haru

banner 468x60

Banjarnegara, 1pena.id – Operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, resmi ditutup pada Selasa (25/11/2025) sore. Penutupan dilakukan melalui prosesi tabur bunga yang dipimpin langsung Bupati Banjarnegara bersama Tim SAR gabungan, relawan, dan keluarga korban di lokasi bencana.

Meski hujan rintik turun sejak siang, ratusan keluarga korban, relawan, dan unsur Forkopimda tetap hadir mengikuti prosesi penghormatan terakhir di titik longsoran Dusun Situkung. Mereka berdiri melingkar di atas tumpukan material tanah sambil menundukkan kepala, menyatukan doa untuk korban yang belum ditemukan.

banner 336x280

Sebelum tabur bunga dimulai, peserta mengikuti doa bersama dan tahlil yang dipimpin Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumlai. Suasana haru menyeruak ketika lantunan doa diperdengarkan, disertai isak tangis keluarga korban.

“Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Wakhid lirih sebelum memulai doa bersama.

Operasi Ditutup Setelah 10 Hari Pencarian

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menyampaikan bahwa operasi pencarian berlangsung selama 10 hari. Setelah masa tujuh hari pencarian berakhir, operasi diperpanjang tiga hari berikutnya hingga akhirnya ditutup hari ini.

“Kami sudah berupaya maksimal. Kami juga telah bertemu keluarga korban, dan mereka mengikhlaskan. Dengan berbagai pertimbangan, operasi harus ditutup hari ini,” ujar Amalia.

Pemerintah daerah, lanjutnya, kini mengalihkan fokus pada pemulihan pascabencana, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan rumah.

“Kami ingin memastikan para penyintas bisa kembali hidup dengan aman dan layak. Pemulihan akan kami percepat,” tegasnya.

Keikhlasan Keluarga Menjadi Penopang di Tengah Duka

Meski sejumlah korban masih belum ditemukan, sebagian keluarga menyatakan menerima keputusan penghentian operasi. Ikhsan, salah satu warga yang kehilangan dua anggota keluarga, mengaku pasrah meski keduanya belum berhasil ditemukan.

“Ada dua keluarga saya yang belum ditemukan, yaitu nenek dan budhe. Tapi kami ikhlas. Yang penting, doa kami tidak putus,” ujarnya.

Hingga operasi resmi ditutup, total 17 korban berhasil ditemukan, sementara 11 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Prosesi tabur bunga menjadi penanda berakhirnya fase pencarian sekaligus simbol penghormatan bagi para korban yang belum kembali

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

News Feed