Polda Jateng Gencarkan Literasi Digital dan Tangkal Radikalisme Lewat Siaran Radio

banner 468x60

Semarang, 1pena.id – Polda Jawa Tengah terus memperkuat literasi digital dan wawasan kebangsaan masyarakat melalui program sosialisasi bahaya hoaks serta pencegahan paham radikalisme lewat siaran radio. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif guna menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Dalam dialog siaran Radio, Kanit 1 Subdit 3 Ditreskrimsiber Polda Jateng AKP Untung Setiyahadi menjelaskan berbagai bentuk hoaks yang kerap beredar di media sosial, cara mengenalinya, hingga langkah bijak saat menerima maupun menyebarkan informasi.

banner 336x280

“Kita rutin melaksanakan patroli siber dengan melihat dinamika ruang digital. Saat ini masyarakat sangat mudah terpapar konten viral, sehingga penting bagi kita semua untuk saling mengawasi agar tidak terseret dalam informasi yang menyimpang,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

 

Selain hoaks, Polda Jateng juga menekankan pentingnya menangkal paham radikalisme yang dapat mengancam persatuan nasional. Masyarakat diminta aktif melapor bila menemukan indikasi penyebaran paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

“Fenomena tersebut memang ada, namun situasi di Jawa Tengah secara umum tetap aman. Mari bersama-sama memantau dan mengawasi berita hoaks. Lebih berhati-hati dengan cek, ricek, dan kroscek, serta bijak dalam bermedia sosial,” imbuh AKP Untung.

 

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi serupa di berbagai daerah. Tujuannya adalah membangun masyarakat yang cerdas bermedia, mampu memilah informasi, dan menolak segala bentuk konten provokatif, ujaran kebencian, maupun ajakan radikal.

“Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat sangat penting. Harapan kami, semakin banyak warga yang cerdas menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh ajakan radikal maupun berita hoaks,” tegasnya.

 

Program edukasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital sekaligus mendukung terciptanya ruang siber yang aman, inklusif, dan bebas dari provokasi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan