Boyolali, 1pena.id — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Boyolali, Jawa Tengah, meluncurkan program inovatif bertajuk “Polantas Menyapa” di Kantor Samsat Boyolali pada Selasa (4/11/2025).
Program ini bertujuan memperkuat pelayanan publik, mendekatkan layanan Samsat, serta membangun komunikasi yang lebih humanis antara polisi lalu lintas dan masyarakat.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Boyolali, AKP Tri Afandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri untuk terus meningkatkan profesionalitas dan keterbukaan dalam melayani masyarakat.
> “Kegiatan Polantas Menyapa di Kantor Samsat ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat — bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga pelayan publik yang tanggap dan terbuka terhadap aspirasi warga,” ujar AKP Tri Afandi.
Ia menambahkan, program tersebut menekankan pentingnya komunikasi dua arah agar setiap keluhan maupun saran dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
> “Kami ingin setiap warga yang datang merasakan kemudahan dan kenyamanan. Setiap masukan akan kami tanggapi cepat agar pelayanan semakin efektif dan transparan,” imbuhnya.
Selain di Kantor Samsat, program “Polantas Menyapa” juga digelar di berbagai kecamatan melalui layanan Samsat Keliling, sehingga mampu menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.
> “Kami ingin memastikan komunikasi yang baik terjalin di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali. Dengan begitu, kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas bisa tumbuh dari kedekatan dan kepercayaan,” tegas Tri Afandi.
Program ini disambut positif oleh masyarakat. Siti Nurhayati (38), warga Kecamatan Selo yang datang ke Samsat Keliling, mengaku terbantu dengan kehadiran petugas yang ramah dan informatif.
> “Biasanya kalau ngurus pajak motor agak bingung, tapi sekarang petugasnya langsung bantuin dari awal sampai selesai. Cepat, nggak ribet, dan mereka juga sopan sekali,” ungkap Siti.
Hal senada disampaikan oleh Budi Santoso (45), warga Mojosongo, yang menilai kehadiran program ini membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan polisi.
> “Dulu kalau dengar kata polisi agak takut, sekarang malah terasa seperti teman. Mereka banyak kasih edukasi soal keselamatan, terutama buat kami yang tiap hari naik motor,” ujarnya.
AKP Tri Afandi menegaskan bahwa “Polantas Menyapa” bukan sekadar kegiatan pelayanan administratif, melainkan juga bentuk perubahan paradigma Polantas dalam membangun hubungan yang lebih manusiawi dan terbuka dengan publik.
> “Petugas kami harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Inilah wajah baru Polantas Boyolali — melayani dengan senyum dan empati,” tutup AKP Tri Afandi.














