Rakor Kesiapsiagaan Bencana di Cepogo Boyolali, Relawan Siaga Hadapi Ancaman Longsor

banner 468x60

BOYOLALI, 1pena.id — Pemerintah Kecamatan Cepogo menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana pada Jumat (21/11/2025) di Aula Kecamatan Cepogo, Desa Mliwis, Kabupaten Boyolali. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–11.20 WIB ini diikuti unsur Forkopimcam serta 30 relawan tanggap bencana dari desa-desa se-Kecamatan Cepogo.

Rapat dihadiri Kapolsek Cepogo AKP Agung Setiawan, Sekcam Cepogo Tulus Raharjo yang mewakili Camat Cepogo, perwakilan Danramil Cepogo Serma Tri Prabowo, Kasi Trantib Kecamatan Cepogo Joko C., serta perwakilan relawan dari seluruh desa di wilayah setempat.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Sekcam Cepogo Tulus Raharjo menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana, khususnya memasuki musim penghujan.

“Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap seluruh peserta memahami tugas dan perannya masing-masing dalam penanganan bencana. Semoga wilayah Kecamatan Cepogo tetap aman dan terhindar dari bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Cepogo AKP Agung Setiawan mengingatkan bahwa wilayah Cepogo termasuk daerah rawan tanah longsor, sehingga kesiapsiagaan harus ditingkatkan sejak dini.

“Penanganan bencana meliputi tahap pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana. Relawan harus memahami perannya, peralatan yang digunakan, titik kumpul, hingga prosedur kerja agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” jelasnya.

Perwakilan Koramil Cepogo, Serma Tri Prabowo, turut menekankan pentingnya kondisi fisik relawan agar selalu prima. Menurutnya, kesiapan personel menjadi faktor utama dalam proses evakuasi dan penanganan di lapangan.

Materi teknis disampaikan Kasi Trantib Kecamatan Cepogo, Joko C., berdasarkan pembekalan yang diterima dari BPBD Boyolali. Ia menjelaskan potensi bencana utama di wilayah Cepogo adalah tanah longsor yang dipicu kemiringan lahan, intensitas hujan tinggi, dan kondisi tanah yang tidak stabil.

“Antisipasinya antara lain pemasangan rambu daerah rawan longsor, pemetaan zonasi bahaya, penyiapan jalur evakuasi, serta peningkatan koordinasi antara relawan, aparat, dan masyarakat,” terangnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para relawan tampak aktif menyampaikan pengalaman di lapangan serta berbagai kendala yang pernah dihadapi dalam penanganan bencana sebelumnya.

Rapat koordinasi berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Diharapkan kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah kecamatan, TNI-Polri, dan relawan untuk meminimalkan risiko bencana serta memastikan keselamatan warga Kecamatan Cepogo selama musim penghujan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

News Feed