Rusak Parah dan Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Penghubung dua Kelurahan di Kandangan Jadi Sorotan Warga

banner 468x60

SEMARANG,1pena.id – Deru truk tambang dan debu jalan berlubang kini menjadi pemandangan sehari-hari di Dusun Geneng, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi pergerakan warga kini berubah menjadi lintasan penuh lubang dan genangan, mengancam keselamatan pengguna jalan setiap hari.

Jalan tersebut bukan sembarang jalan. Selain menjadi akses utama warga untuk beraktivitas, ruas ini juga menghubungkan dua  kelurahan menuju jalan utama Semarang -Solo. Namun, kondisi jalan yang kian rusak parah membuat warga gelisah, terlebih karena setiap hari dilalui truk bermuatan batu dari tambang milik Jaya Kencana Beton (JKB).

banner 336x280

“Ini jalan utama warga, tapi rusaknya sudah parah sekali. Sudah sering juga terjadi kecelakaan di sini,” keluh salah satu warga setempat, Selasa (30/10/2025).

Warga menilai pemerintah lamban dalam menangani kerusakan yang sudah berlangsung lama. Mereka berharap Dinas Pekerjaan Umum (PU) maupun pihak JKB segera memperbaiki sebelum jatuh korban lebih banyak.

Kepala Desa (Lurah) Kandangan, Paryanto, membenarkan bahwa jalan tersebut memang berada di bawah kewenangan PU Kabupaten Semarang. Ia menjelaskan bahwa asal jalan itu bermula dari perubahan jalur saat proyek pembangunan tol berlangsung beberapa tahun lalu.

“Dulu waktu ada pekerjaan tol, tanah warga dibeli untuk dijadikan jalan. Saat itu pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Waskita. Setelah proyek selesai, seharusnya dilimpahkan ke PU, tapi saya kurang tahu apakah sudah resmi dilimpahkan atau belum,” jelasnya.

Lebih lanjut, Paryanto menuturkan bahwa jalan tersebut sejak awal tidak diberi tulangan besi, sehingga tidak mampu menahan beban berat kendaraan besar.

“Sempat ada dua kali perbaikan tambal aspal, tapi karena dari awal tidak diberi tulangan, ya tetap saja mudah rusak,” ujarnya.

Warga juga mendesak agar pihak perusahaan tambang JKB ikut bertanggung jawab, karena aktivitas kendaraan beratnya dinilai memperparah kondisi jalan. Mereka meminta ada kolaborasi antara Pemkab Semarang dan pihak swasta dalam memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak JKB maupun Dinas PU Kabupaten Semarang terkait rencana perbaikan jalan penghubung tiga kelurahan ini.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan