KABUPATEN SEMARANG | 1Pena.id – Tim media melakukan penelusuran terkait informasi masyarakat mengenai dugaan penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga tidak sesuai spesifikasi di Pertamini Toko Al Firdaus, Jalan Dukuh Ngaduman, Miri, Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Informasi tersebut diterima tim media dari masyarakat yang mempertanyakan kualitas BBM yang dijual di lokasi tersebut. Warga menduga BBM yang dipasarkan telah dicampur dengan bahan lain, yang disebut-sebut berupa kondensat.
Untuk menelusuri informasi tersebut, pada Sabtu (3/10/2026), tim media melakukan pembelian sampel BBM di lokasi menggunakan wadah botol mineral.
Sampel tersebut kemudian dibandingkan secara sederhana dengan BBM Pertalite yang diperoleh secara resmi dari SPBU. Dalam pengamatan awal tim, terdapat perbedaan karakteristik aroma yang cukup mencolok antara kedua sampel.
BBM yang dibeli dari Pertamini disebut memiliki aroma lebih menyengat dibandingkan sampel BBM yang diperoleh dari SPBU.
Namun, perbedaan aroma tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan bahwa BBM telah dicampur atau dioplos dengan bahan tertentu. Untuk mengetahui secara objektif kualitas dan kandungan BBM, diperlukan pemeriksaan laboratorium.
Sampel BBM Sedang Diuji di Laboratorium
Untuk mendapatkan kepastian lebih lanjut, tim media saat ini tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel BBM yang diperoleh dari lokasi.
Pengujian dilakukan untuk mengetahui sejumlah parameter, termasuk angka oktan atau Research Octane Number (RON) serta kandungan dan karakteristik kimia yang terdapat dalam sampel tersebut.
Hasil pengujian laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi tim media dalam memastikan apakah terdapat perbedaan spesifikasi antara sampel BBM dari Pertamini dengan BBM yang diperoleh dari saluran resmi.
Jika hasil pengujian menunjukkan adanya ketidaksesuaian, temuan tersebut selanjutnya akan dikonfirmasi kepada pihak pengelola, pemasok, serta instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap peredaran dan kualitas BBM.
Sebaliknya, apabila hasil laboratorium tidak menemukan adanya penyimpangan, hasil tersebut juga akan disampaikan secara terbuka sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.
Pemilik Toko Belum Memberikan Jawaban Pasti
Dalam upaya memperoleh klarifikasi, tim media telah menghubungi pemilik Toko Al Firdaus melalui pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan mengenai BBM yang diperjualbelikan di lokasi tersebut.
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan tersebut, pemilik toko hanya memberikan jawaban singkat, “Sebentar pak, lagi ada keperluan.”
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh jawaban atau penjelasan lebih lanjut dari pemilik toko mengenai asal-usul, spesifikasi maupun dugaan pencampuran BBM yang menjadi perhatian masyarakat.
Tim media masih memberikan ruang kepada pemilik toko untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab atas informasi yang sedang ditelusuri tersebut.
Selain melakukan pengujian laboratorium, tim media juga masih melakukan pendalaman terhadap asal pasokan BBM, mekanisme pengadaan, penyimpanan, serta legalitas produk yang diperjualbelikan di lokasi tersebut.
1Pena.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pengelola Pertamini Toko Al Firdaus terkait dugaan tersebut. Setiap informasi dan penjelasan dari pihak terkait akan menjadi bagian penting dalam pemberitaan lanjutan.
Tim media akan menyampaikan hasil uji laboratorium setelah pemeriksaan selesai dan data diperoleh. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata berdasarkan dugaan maupun pengamatan visual atau aroma.
(Tim Red)












