Semarang, 1Pena.id — Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) meraih penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen, integritas, serta kontribusi aktif BNNP Jateng dalam memperkuat penegakan hukum narkotika, kepabeanan dan cukai, pemberantasan rokok ilegal, serta penguatan sinergi lintas sektor berbasis antikorupsi.
Kegiatan HAKORDIA 2025 yang mengusung tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi” tersebut digelar di Kantor Wilayah DJBC Jateng–DIY dan dihadiri pejabat eselon III, pengawas mutu dan audit, seluruh pegawai Bea Cukai, serta mitra strategis dari berbagai instansi penegak hukum dan pelayanan publik.
Kepala Kanwil DJBC Jateng–DIY, Imik Eko Putro, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak dapat berjalan sendiri.
“Misi penegakan hukum membutuhkan mitra yang berintegritas dan konsisten. Sinergi bersama BNNP Jateng telah membuktikan bahwa capaian penindakan, khususnya kasus narkotika, lahir dari kepercayaan dan kerja sama yang kuat. Tema HAKORDIA bukan sekadar slogan, melainkan fondasi penguatan integritas,” ujarnya.
Ia juga menyebut kolaborasi Bea Cukai dengan BNNP Jateng sebagai model ideal kerja lintas lembaga dalam menghadapi kejahatan terorganisir yang kian kompleks dan terhubung lintas batas.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa capaian ini selaras dengan arah kebijakan nasional BNN RI, khususnya agenda 100 hari kerja Kepala BNN RI.
“Penghargaan ini adalah amanah untuk menjaga integritas dan meningkatkan kualitas kinerja. Sinergi antara BNNP Jateng dan Bea Cukai membuktikan bahwa War on Drugs for Humanity harus dijalankan secara kolaboratif, humanis, dan berbasis data. Ini sekaligus menjadi penegasan bahwa agenda 100 hari kerja Kepala BNN RI berada di jalur yang tepat,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan integritas aparatur, peningkatan kualitas layanan publik, percepatan pencegahan, serta kesinambungan strategi pemberantasan narkoba menjadi fokus utama yang terus dikawal BNNP Jateng.
Lebih lanjut, BNNP Jawa Tengah menjadikan momentum ini sebagai bagian dari penataan internal menuju birokrasi yang transparan dan profesional dengan memperluas sinergi bersama Bea Cukai, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi tersebut dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden, terutama pada pilar reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, penguatan penegakan hukum, dan pemberantasan narkotika sebagai kejahatan lintas batas.
Rangkaian HAKORDIA 2025 juga diisi dengan penandatanganan Piagam Dukungan Zona Integritas dan kegiatan edukasi antikorupsi. Penghargaan yang diterima BNNP Jateng menjadi simbol bahwa kolaborasi lintas lembaga tidak hanya menghasilkan capaian penindakan, tetapi juga membangun budaya integritas yang berkelanjutan.
Ke depan, sinergi BNNP Jateng dan DJBC Jateng–DIY diharapkan terus diperluas guna menjaga wilayah Jawa Tengah dari ancaman narkotika, korupsi, dan penyelundupan, sekaligus mendukung penuh agenda nasional pemberantasan narkoba berbasis kemanusiaan.














