Kabupaten Semarang | 1pena.id — Diduga akibat microsleep, sebuah mobil taksi mengalami kecelakaan lalu lintas di jalur utama Ungaran, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kabupaten Semarang, pada Jumat malam (9/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kecelakaan tersebut melibatkan mobil Toyota Avanza taksi bernomor polisi H 1487 OA yang dikemudikan Rofi’i (47), warga Kabupaten Semarang, dengan mobil Daihatsu Grandmax bernopol AD 1839 HZ yang dikemudikan M. Zaini (44), juga warga Kabupaten Semarang.
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani, STK, SIK, CPHR, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kecelakaan diduga dipicu kondisi pengemudi taksi yang mengalami kelelahan.
“Mobil taksi melaju dari arah Bawen menuju Semarang. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi diduga mengalami microsleep hingga menabrak pembatas jalan, melompati median, dan kemudian menabrak mobil Grandmax yang melaju dari arah berlawanan, yaitu dari Semarang menuju Bawen,” ungkap AKP Lingga.
Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Semarang Iptu Handriani, SE, MM, menambahkan bahwa saat kejadian, mobil taksi dalam kondisi tanpa penumpang. Sedangkan mobil Grandmax ditumpangi dua orang, termasuk pengemudi.
“Seluruh pengemudi dan penumpang dari kedua kendaraan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran,” jelasnya.
Di lokasi kejadian, satu unit mobil derek dikerahkan untuk mengevakuasi kedua kendaraan yang mengalami kerusakan cukup parah. Personel Sat Lantas Polres Semarang juga melakukan pengaturan serta rekayasa arus lalu lintas guna mencegah kemacetan di jalur utama tersebut.
Atas kejadian ini, Sat Lantas Polres Semarang mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat atau lebih, agar tidak memaksakan diri berkendara saat lelah atau mengantuk.
“Jika merasa lelah atau mengantuk, segera menepi dan beristirahat di tempat yang aman. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan fatal dan menjaga keselamatan bersama,” imbau AKP Lingga.














