Pemuda Katolik Jateng Dukung Aduan atas Ceramah Jusuf Kalla, Tekankan Pentingnya Harmoni Antarumat

banner 468x60

SEMARANG | 1pena.id — Pemuda Katolik Jawa Tengah menyatakan dukungan terhadap langkah aduan yang ditempuh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, terkait pernyataan yang disampaikan oleh Jusuf Kalla dalam sebuah video ceramah di Universitas Gadjah Mada.

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Tengah, Petrus Bangkit, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ruang publik tetap kondusif dan menghormati keberagaman.

banner 336x280

Menurutnya, setiap pernyataan yang menyentuh isu agama perlu disampaikan secara hati-hati dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman. Karena itu, narasi yang berpotensi menimbulkan salah paham antarumat beragama perlu disikapi secara bijaksana melalui mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Bangkit menegaskan bahwa dukungan terhadap aduan tersebut bukan ditujukan sebagai bentuk permusuhan terhadap pihak tertentu, melainkan sebagai langkah menjaga harmoni dan ketertiban sosial.
Ia juga mengingatkan bahwa apabila persoalan serupa tidak ditangani secara jelas, dikhawatirkan dapat memicu keresahan dan mengganggu hubungan antarumat beragama.

Pemuda Katolik Jawa Tengah berharap aparat penegak hukum, khususnya Polda Metro Jaya, dapat menangani perkara ini secara terbuka, profesional, objektif, dan berkeadilan.

“Kepastian hukum penting agar masyarakat mendapatkan kejelasan sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi liar,” katanya.

Lebih lanjut, Bangkit menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal proses tersebut secara konstitusional dan damai, dengan tetap mengedepankan dialog serta semangat persaudaraan kebangsaan.

Ia menekankan bahwa toleransi tidak hanya sebatas hidup berdampingan, tetapi juga mencakup sikap saling menghormati dan menjaga martabat antarumat beragama.

“Indonesia tidak dibangun oleh satu golongan saja, tetapi oleh semangat gotong royong seluruh anak bangsa. Menjaga persatuan adalah tugas bersama,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Pemuda Katolik Jawa Tengah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, bijak dalam menerima informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun narasi yang berpotensi memecah belah.

Nilai Bhinneka Tunggal Ika, lanjutnya, harus terus dijaga sebagai fondasi moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai aduan yang dimaksud. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan