Semarang,1pena. Id — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang dalam beberapa pekan terakhir kembali meninggalkan dampak serius. Sejumlah ruas jalan nasional mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari permukaan aspal terkelupas hingga terbentuknya lubang yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Melihat kondisi tersebut, Polres Semarang bergerak cepat melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Jawa Tengah melalui unit PPK33 Jateng–DIY, guna mengantisipasi peningkatan fatalitas kecelakaan, terutama pada masa Operasi Zebra Candi 2025.
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani STK., SIK., CPHR., mewakili Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., menjelaskan bahwa peningkatan kerusakan jalan terjadi seiring tingginya curah hujan yang menimbulkan genangan air sehingga mempercepat kerusakan struktur aspal.
“Sejumlah titik jalan nasional terpantau mengalami kerusakan. Polres Semarang telah berkoordinasi dengan BPJN, khususnya unit PPK33, untuk melakukan perbaikan cepat demi mengurangi potensi kecelakaan,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Pada Rabu pagi, Kanit Turjagwali Sat Lantas Ipda Y. Dimas SH., MH., bersama personel Sat Lantas turun langsung mendampingi proses penambalan jalan.
“Hari ini perbaikan dilakukan di sepanjang Jl. Gatot Subroto, tepatnya di depan Markas Yon Zipur Ungaran. Sekitar 4 kilometer ruas jalan sudah kami tangani bersama PPK33,” kata Ipda Dimas.
Pihak kepolisian juga mengimbau pengendara agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Pengendara sepeda motor diingatkan membawa jas hujan serta memeriksa kondisi ban dan lampu kendaraan.
Koordinator pengawas PPK33 Jateng–DIY, Teguh Budi ST., menegaskan bahwa perbaikan ini merupakan langkah percepatan dalam mengantisipasi kerusakan yang dapat mengganggu arus lalu lintas.
“Ini bagian dari percepatan kami bersama Sat Lantas Polres Semarang untuk mencegah gangguan lalu lintas sampai akhir 2025. Faktor cuaca dan beban kendaraan berlebih menjadi penyebab utama rusaknya aspal,” jelas Teguh.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 mendatang akan dilakukan perbaikan permanen di sejumlah titik jalan rusak yang tersebar di Kota Semarang, Kab. Semarang, Kota Salatiga, Temanggung dan sebagian Magelang. Selain itu, pihaknya akan all out mengantisipasi potensi banjir, longsor, dan kerusakan jalan selama musim penghujan.
Menutup penjelasan, Polres Semarang menegaskan pihaknya akan terus melakukan monitoring kondisi jalan, terutama selama Ops Zebra Candi 2025.
“Kami berkomitmen untuk meminimalisir kecelakaan dan gangguan akibat cuaca ekstrem. Koordinasi dengan semua instansi terkait akan terus dilakukan,” demikian pernyataan resmi Polres Semarang



















