TMMD Sengkuyung Tahap IV di Desa Polosiri Resmi Ditutup, TNI dan Warga Wujudkan Semangat Gotong Royong Bangun Desa

banner 468x60

Semarang, 1pena.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 di Desa Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, resmi ditutup pada Kamis (6/11/2025).
Penutupan kegiatan dipimpin oleh Kasdim 0714/Salatiga Mayor CPL Purwanto, mewakili Dandim 0714/Salatiga, dalam upacara yang digelar di Lapangan Desa Polosiri.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Semarang, Dra. Hj. Nur Afifah, jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang, unsur TNI-Polri, para kepala OPD, tokoh masyarakat, serta warga Desa Polosiri yang selama satu bulan turut aktif bergotong royong dalam kegiatan pembangunan desa.

banner 336x280

Dalam amanatnya, Mayor Purwanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan TMMD.

“Melalui program TMMD, kita berupaya mempercepat pembangunan di daerah pedesaan sekaligus mempererat kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Hasil yang dicapai merupakan bukti nyata semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh komponen bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Semarang, Dra. Hj. Nur Afifah, menegaskan bahwa TMMD menjadi wujud kolaborasi efektif antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.

“Sinergi seperti ini perlu terus dijaga. TMMD tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran serta dalam pembangunan desa,” tuturnya.

Selama satu bulan pelaksanaan, TMMD Sengkuyung Tahap IV di Desa Polosiri berhasil menyelesaikan sejumlah sasaran fisik, di antaranya:

Pembangunan rabat beton jalan desa untuk memperlancar mobilitas warga.

Renovasi masjid sebagai sarana ibadah dan kegiatan sosial masyarakat.

Perbaikan fasilitas umum lainnya yang menunjang kenyamanan dan aktivitas warga.

Selain itu, program TMMD juga memuat kegiatan nonfisik, seperti:

Penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara.

Edukasi kesehatan masyarakat dan pentingnya pola hidup bersih.

Pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga desa.

Sebagai rangkaian penutup, Kasdim 0714/Salatiga bersama pejabat Forkopimda Kabupaten Semarang juga melaksanakan penanaman pohon sebagai simbol pembangunan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan mampu menjaga serta memanfaatkan sarana yang telah dibangun.
Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD diyakini akan menjadi modal sosial dalam mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

“TMMD boleh selesai, tapi semangat membangun desa harus tetap hidup,” tegas Mayor Purwanto menutup amanatny

banner 336x280

Tinggalkan Balasan