Viral! Pengunjung Keluhkan Pelayanan Kampoeng Rawa Ambarawa, Disuruh Pindah Saat Masih Makan

banner 468x60

KABUPATEN SEMARANG|1pena.id – Destinasi wisata apung Kampoeng Rawa Ambarawa di kawasan Rawa Pening kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena keindahan alamnya, melainkan keluhan pengunjung terkait pelayanan yang dinilai kurang nyaman.

Di tengah ramainya libur Lebaran, salah satu pengunjung mengaku mengalami kejadian kurang menyenangkan saat menikmati waktu bersama keluarga di lokasi wisata tersebut.

banner 336x280

Tunggu Lama, Disuruh Pindah Saat Masih Makan

Pengunjung asal Salatiga bernama Hartono mengungkapkan, dirinya bersama keluarga harus menunggu sekitar satu jam untuk mendapatkan pesanan makanan.

Meski memahami lonjakan pengunjung saat musim liburan, ia menyayangkan sikap pelayan yang dinilai kurang profesional.

“Memang saat itu ramai pengunjung, jadi saya maklumi. Tapi saat kami masih makan, piring dan sisa makanan langsung diambil, termasuk asbak di meja. Kami juga diminta pindah tempat, padahal belum selesai makan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut anak-anaknya yang masih menikmati minuman ikut diminta berpindah meja, meskipun sejak awal mereka sudah duduk di meja nomor 58 sesuai arahan petugas.

Wisata Favorit dengan Panorama Lima Gunung

Terlepas dari keluhan tersebut, Kampoeng Rawa tetap menjadi salah satu destinasi favorit keluarga. Konsep wisata apung dengan saung-saung di tengah danau memberikan pengalaman unik bagi pengunjung.

Dari lokasi ini, wisatawan dapat menikmati panorama lima gunung sekaligus, yakni Gunung Gajah Mungkur, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Telomoyo, serta Gunung Ungaran.

Keindahan panorama alam tersebut menjadikan lokasi ini ramai dikunjungi, terutama saat musim liburan seperti Lebaran.

Minta Evaluasi Manajemen

Atas kejadian yang dialaminya, Hartono berharap pihak pengelola dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan.

Ia juga meminta agar rekaman CCTV di sekitar meja 58 pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB diperiksa sebagai bahan klarifikasi.

“Harapannya ke depan pelayanan bisa lebih baik dan pengunjung merasa nyaman,” tambahnya.

Catatan untuk Pengelola Wisata

Keluhan ini menjadi pengingat penting bagi pengelola destinasi wisata agar tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan, terutama saat menghadapi lonjakan pengunjung.

Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk menjaga citra wisata serta memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

News Feed