KABUPATEN SEMARANG | 1pena.id — Sorotan terhadap dugaan persoalan perizinan di objek wisata Taman Bunga Celosia kian menguat. Meski sebelumnya muncul dugaan adanya wahana yang belum mengantongi izin lengkap, aktivitas wisata pada Selasa (14/4/2026) terpantau tetap berjalan normal.
Di lokasi, arus pengunjung terlihat ramai. Area parkir dipenuhi kendaraan, dan operasional wisata berlangsung seperti biasa dengan menerima wisatawan dari dalam maupun luar kota.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kejelasan status legalitas wahana yang sedang menjadi sorotan.
Sejumlah pihak menilai, apabila benar terdapat wahana yang belum memenuhi ketentuan perizinan maupun standar kelayakan, maka persoalan ini tidak lagi sekadar administratif, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan publik dan penegakan aturan.
Sorotan kini mengarah kepada DPRD Kabupaten Semarang sebagai lembaga pengawas jalannya pemerintahan daerah. DPRD dinilai perlu segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kejelasan persoalan tersebut.
“Jika memang ada persoalan izin, fungsi pengawasan harus dijalankan. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar salah satu aktivis yang ikut menyoroti kasus ini.
Beberapa desakan yang mengemuka di antaranya:
- Menggelar rapat dengar pendapat terbuka
- Meminta audit legalitas seluruh wahana
- Mengevaluasi kinerja OPD pengawas
- Merekomendasikan penghentian sementara wahana yang bermasalah
Selain DPRD, perhatian publik juga tertuju kepada Bupati Semarang sebagai kepala daerah. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan terkait polemik yang berkembang.
Sejumlah kalangan menilai, kepala daerah perlu segera memberikan klarifikasi terbuka guna menghindari spekulasi di tengah masyarakat.
“Pemerintah daerah diharapkan hadir menjawab kegelisahan publik agar tidak muncul persepsi adanya pembiaran,” ujar sumber lainnya.
Adapun beberapa aspek yang menjadi perhatian publik meliputi:
- Legalitas wahana operasional
- Standar keselamatan dan uji kelayakan teknis
- Dokumen lingkungan
- Efektivitas pengawasan oleh OPD terkait
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola wisata maupun pemerintah daerah terkait belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.
Kasus ini dinilai menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan sektor pariwisata dan kepatuhan terhadap regulasi serta keselamatan pengunjung.
Selama operasional masih berlangsung di tengah sorotan, publik diperkirakan akan terus menunggu kejelasan serta langkah konkret dari pihak berwenang.



















