Proyek Talut Desa Polobogo Getasan Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Minim Transparansi

banner 468x60

Kabupaten Semarang|1pena.id– Proyek pembangunan talut di Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menuai sorotan masyarakat. Proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis serta minim keterbukaan informasi publik karena tidak ditemukan papan informasi kegiatan di lokasi proyek.

Berdasarkan pantauan tim media di lokasi pada Rabu (6/5/2026), pekerjaan proyek masih berlangsung. Namun, di area pekerjaan tidak terlihat papan informasi proyek sebagaimana lazim dipasang dalam pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah.

banner 336x280

Ketiadaan papan informasi tersebut dinilai menghambat masyarakat untuk mengetahui detail proyek, mulai dari sumber anggaran, nilai pekerjaan, volume kegiatan, hingga pelaksana proyek.

Saat dikonfirmasi terkait tidak adanya papan informasi, pihak konsultan proyek menyampaikan bahwa papan proyek berada di bagian atas lokasi pekerjaan.

“Ada pak, di atas,” ujar konsultan kepada tim media.

Namun setelah dilakukan pengecekan ulang di lokasi yang dimaksud, tim media tidak menemukan keberadaan papan informasi proyek tersebut.

Selain persoalan transparansi, tim media juga menemukan dugaan ketidaksesuaian teknis dalam pengerjaan talut. Sejumlah batu yang digunakan tampak memiliki ukuran melebihi ketentuan dan diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan pasangan batu.

Pada beberapa bagian pasangan batu juga terlihat terdapat rongga cukup besar yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas dan kekuatan konstruksi bangunan. Bahkan di sejumlah titik ditemukan batu yang ditumpuk langsung tanpa adonan semen yang merata.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pekerjaan proyek tidak dilaksanakan sesuai standar konstruksi yang semestinya.

Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya berharap proyek tersebut dikerjakan secara maksimal agar hasil pembangunan dapat bertahan lama dan tidak merugikan masyarakat.

“Harapannya ya dikerjakan yang benar sesuai aturan, supaya bangunannya kuat dan tidak cepat rusak,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Kode Etik Jurnalistik.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

News Feed