SEMARANG | 1PENA.id — Musim kemarau tak hanya membawa persoalan kekeringan. Lahan yang mengering, rumput pegunungan yang mulai rapuh, hingga kawasan yang pernah terbakar kembali menjadi perhatian karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mengantisipasi kondisi tersebut, Polda Jawa Tengah memperketat pemetaan dan pemantauan wilayah yang dinilai rawan kebakaran sekaligus terus membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengatakan pemantauan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan jajaran Polres, Polsek, Bhabinkamtibmas, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.
Hal itu disampaikannya dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
“Pemetaan lahan rawan kebakaran dilakukan jajaran Polres bersama Polsek dan Bhabinkamtibmas, bekerja sama dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan setempat. Wilayah persawahan yang sulit air, kawasan pegunungan dengan rumput kering, tempat wisata, hingga lokasi yang pernah terbakar tahun lalu semuanya masuk daftar pantauan,” ujar Yuliyanto.
4,6 Juta Liter Air Bersih Telah Disalurkan
Selain mengantisipasi potensi kebakaran, persoalan ketersediaan air bersih menjadi perhatian jajaran Polda Jateng.
Yuliyanto menyebut persoalan kekurangan air bersih kerap berulang ketika musim kemarau. Karena itu, menurutnya, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air secara sementara, tetapi juga membutuhkan solusi yang lebih berkelanjutan.
Meski distribusi air bersih bukan tugas utama kepolisian, jajaran Polda Jateng tetap melakukan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Penyaluran air bersih memang bukan tugas utama kepolisian, namun hingga kini Polda dan jajaran sudah menyalurkan sekitar 4,6 juta liter air bersih dan terus berjalan. Selain itu, kami juga membangun sumur keluarga di sejumlah titik untuk membantu pemenuhan kebutuhan air secara lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Langkah tersebut melengkapi berbagai kegiatan distribusi air bersih yang dilakukan jajaran Polda Jateng di sejumlah wilayah terdampak kekeringan. Pada 21 September 2026, misalnya, Bidpropam Polda Jateng bersama Sipropam Polres jajaran menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Semarang, Temanggung, dan Cilacap.
Di Kabupaten Semarang, sebanyak 24.000 liter air bersih sebelumnya disalurkan kepada warga Dusun Legarang, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, setelah debit sumber air setempat mengalami penurunan.
Pemetaan Tak Hanya Menyasar Kawasan Hutan
Pemetaan yang dilakukan kepolisian tidak hanya berfokus pada kawasan hutan.
Area persawahan yang mengalami kesulitan air, kawasan pegunungan dengan vegetasi kering, destinasi wisata, serta lokasi yang pernah mengalami kebakaran menjadi bagian dari wilayah yang dipantau.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran sejak dini sekaligus meningkatkan koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Polda Jateng juga mengajak masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi lingkungan yang relatif kering.
Polisi Ingatkan Larangan Membakar Lahan
Yuliyanto menekankan bahwa pencegahan kebakaran tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat.
Masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga sumber air, lingkungan, serta mencegah munculnya titik api.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan sembarangan, menjaga sumber air bersama, dan saling mengingatkan. Keamanan serta kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya tugas kepolisian atau pemerintah,” pesannya.
Sementara terhadap pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan maupun lahan, Polda Jateng mengingatkan adanya konsekuensi hukum.
Pemetaan wilayah rawan, distribusi air bersih, pembangunan sumur keluarga, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari langkah menghadapi dampak musim kemarau.
Polda Jateng berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran maupun kondisi yang membutuhkan penanganan di wilayah masing-masing.
(Tim Red)












